The Unity of Divinity and Humanity
Bacaan terkait sebelumnya . . . Yesus Menanggung Dosa: Kesatuan Keilahian dan Kemanusiaan dalam Mishkan Basar Sebuah Sintesis yang Lebih Alkitabiah daripada Kerangka Dwi-Natur Kalsedon --- Abstrak Artikel ini menjawab pertanyaan teologis yang paling fundamental tentang penebusan: Dalam "bagian" manakah Yesus menanggung dosa? Apakah dalam keilahian-Nya? Apakah dalam kemanusiaan-Nya? Artikel ini menunjukkan bahwa dikotomi ini adalah produk dari kerangka filsafat Yunani (physis, dwi-natur) yang tidak dikenal dalam pemikiran Ibrani. Sebaliknya, model Mishkan Basar (Kemah Daging) yang berbasis pada tabernakel padang gurun menawarkan sintesis yang lebih alkitabiah: Yesus menanggung dosa sebagai satu Pribadi utuh yang adalah Mishkan Basar—di mana keilahian (Shekhinah) dan kemanusiaan (basar) tidak terpisah, tetapi juga tidak bercampur, dalam satu kesatuan Kemah. Artikel ini akan menyelaraskan kedua klaim yang tampak bertentangan ("Yesus menanggung dosa dalam keilahian-Nya"...